Pengajian Ashartanjung
Home
Contact
Guestbook
Pelajaran Agama
Tasbih Nabi Yunus
Serba serbi
Budaya Mandailing
Fun
Advice
Science
About Islam
Tipu Daya Setan
Cara Mencetak Photo
Cara Mengisi Lagu dari Computer ke HP
Cara Membuat Bingkai Photo
Pituah
Mengecek Tinta Pencetak:
ADA APA DENGAN SEPEDA MOTOR
SHOLAT TARWIH
Sholat Sunnah Tahunan Di Dalam Agama Islam.
Sholat Minta Hujan
Title of your new page
MENCUKUPKAN SATU KEKURANGAN
PANDUAN KETIKA MENDAFTAR HAJI
 

Tipu Daya Setan

 


MUNGKIN IBLIS TELAH SALAH MENILAI SAYA.
Sering saya dengar seorang Ustad mengatakan, bila kita akan mati, akan
datanglah iblis yang akan menggoda kita. Akan datanglah iblis menipu
kita, agar kita mati dalam keadaan sesat. Tapi tentunya kalau kita
punya ilmu, ibadah, dan iman, tentu iblis takkan mampu menggoda kita.
Alasan,  saya katakan mungkin iblis sudah salah menilai saya, karena
pernah dulu ketika saya diserang penyakit angin duduk. Ketika itu saya
benar benar antara sadar dan tidak. Tapi saya merasa bahwa saya sedang
berpikir jernih. Bahkan saya berkeyakinan bahwa saya tidak akan sembuh
lagi. Karena saya merasa amat sakit sekali.
Jadi karena sangat merasa yakin dengan kematian yang amat dekat itu,
saya teringat apa kata guru, bahwa iblis pasti datang menggoda.
Sejenak saya merasa bahwa saya telah berada di alam lain. Alam yang
amat indah dan punya istana yang amat megah. Bahkan sampai sekarang
saya masih ingat keindahan keindahan di istana itu. Dulunya saya tidak
berpikir, sedang di mana saya berada. Saya cuma berjalan jalan  di
keindahan semua tempat yang saya lalui. Tak terasa lagi bahwa sedang
ditimpa penyakit berbahaya. Ukiran ukiran di istana yang ada di depan
mataku, kuperhatikan dengan seksama.

Rasa kagum yang luar biasa terlahir di benakku. Warna warni di
lokasi itu membuat saya terpukau. Indahnya taman di sekitar yang saya
lihat membuat saya sedikit demi sedikit tersadar. Kenapa saya ada di
tempat yang amat indah itu.
Seterusnya saya jadi ragu, apakah ini sorga yang akan ditawarkan
iblis? Apakah akan datang Iblis mengakui bahwa dia tuhanku? Apakah ini
benar-benar akhir kehidupanku?
Dengan hati yang tegar, saya bersiap. Dengan pikiran yang jernih, saya
menentukan sikap. Saya tidak akan goyah dengan apa yang telah saya
yakini. Saya takkan mengakui iblis sebagai tuhanku. Tuhanku adalah
tuhan langit dan bumi. Tuhan yang menciptakan segala galanya. Tuhan
yang tidak serupa dengan apa saja.
Lalu saya menunggu kehadiran iblis itu.Menunggu dan bersiap dengan
ilmu untuk menangkal semua tipu daya yang akan ia berikan. Seperti
menunggu musuh yang akan datang. Saya siaga untuk menembaknya. Mataku
jeli melihat kedatangan musuh. Senjataku siap untuk menembak. Ujung
senjata kuarahkan ke daerah dari mana musuh akan datang. Begitulah
saya siaganya. Meski sebenarnya saya tak bersenjata. Saya cuma
terkapar lesu dihantam penyakit. Dan saya cuma punya keimanan sebagai
bekal melawan.
Tiba-tiba kudengar bisikan, 'Bawa dia ketempat yang tak disukainya'.
Begitu terdengar suara itu. Bahkan belum sempat

saya tahu dari mana datangnya perintah itu, lalu saya sudah berada
di lokasi yang amat jelek Amat menakutkan. Dan penuh dengan
binatang-binatang yang amat menjijikkan. Dan penuh dengan binatang
yang membuat saya alergi.  Tapi saya teringat, semua itu cuma godaan.
Semua ini hanya halusinasi. Semua ini tak ada yang benar. Ini semua
cuma tipu daya setan. Lalu rasa alergi, rasa takut dan rasa apa saja
yang memungkinkan untuk melunturkan keimanan saya, sirna seketika.
Saya tidak takut walau situasi semakin mencekam dan semakin tak
menyenangkan. Kuingat saya punya tuhan. Kuingat tuhan akan menolong
saya. Sebab selama ini saya termasuk orang yang mau menjalankan
perintah tuhan. Jadi saya tak takut. Saya malah semakin siaga.
Begitulah rupanya yang akan kita hadapi bila akan tiba di ujung
kehidupan. Dan satu lagi kekurangannya dalam pengalaman ini. Iblis
belum sempat menampakkan wajahnya di hadapanku. Untuk mengoda saya
agar mengakui dirinya sebagai tuhan.Tapi saya yakin Iblis sudah salah
menilai dengan saya. Iblis telah menyangka saya akan mati pada waktu
itu. Karena itu ia gambarkan wajah sorga dan neraka secara khayal.
Tapi rupanya, ajalku belum tiba. Saya masih hidup sampai sekarang.
Setahun sudah kejadian berlalu. Lalu saya merasa terdorong untuk menuliskan cerita
ini. Agar pengalaman saya berbagi pada semua yang membaca tulisan saya
ini. Agar semua berpikir untuk menyakini, bahwa apa yang dikatakan
oleh banyak guru. Bahwa ketika akan meninggal nanti, akan datang iblis
yang akan menggoda di ujung kehidupan kita. Agar kita mati dalam
keadaan sesat. Jadi marilah kita benahi diri kita dengan ilmu, ibadah
dan keyakinan. Bahwa kita mest mati dalam keadaan percaya kepada tuhan
pencipta alam. Bukan dengan iblis yang punya tekad menggoda sepanjang
kehidupannya.
Sekarang kupikirkan selagi saya sedang sehat dan sedang menuis artikel
ini, saya takkan berani dengan keadaan menjijikkan seperti itu. Saya
takkan bisa menahan alergi atau geli ataupun rasa tak suka dengan
binatang-binatang yang sengaja iblis jelmakan di hadapanku. Tapi
kemegahan yang ditawarkannyapun semoga siapapun jangan sempat tergoda.
Hanya keimananlah yang bisa membuat kita tegar dan berani menghadapi
rasa takut akan cobaan yang diberikan iblis penggoda itu.
Ditulis oleh: Mr. Tanjung

Kembali ke pencarian Google

GOOGLE GOOGLE GOOGLE GOOGLE
Today, there have been 3 visitors (5 hits) on this page!
 
Kajian-kajian Agama
Website ini berisi opini-opini saya, dan juga mengenai pengajian saya dengan Tuan Guru Zulfakhri seorang guru Mustofawiyah Purba Baru Panyabungan Madina Indonesia. Sekalian mengajak pembaca semua, mari bersama sama mencari Dollar di dunia maya dengan Vinefire Join Vinefire! Klik juga iklan di bawah untuk cari uang:

gambar serba serbi info haji
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=