Pengajian Ashartanjung
Home
Contact
Guestbook
Pelajaran Agama
Tasbih Nabi Yunus
Serba serbi
Budaya Mandailing
Fun
Advice
Science
About Islam
Tipu Daya Setan
Cara Mencetak Photo
Cara Mengisi Lagu dari Computer ke HP
Cara Membuat Bingkai Photo
Pituah
Mengecek Tinta Pencetak:
ADA APA DENGAN SEPEDA MOTOR
SHOLAT TARWIH
Sholat Sunnah Tahunan Di Dalam Agama Islam.
Sholat Minta Hujan
Title of your new page
MENCUKUPKAN SATU KEKURANGAN
PANDUAN KETIKA MENDAFTAR HAJI
 

Budaya Mandailing

MARTIN. (TIN). PERMAINAN TRADISIONIL MANDAILING

Tin adalah suatu permainan anak-anak yang cukup disenangi di zaman dulu di tanah Mandailing. Tapi sekarang tidak banyak lagi yang memainkannya, Sebab amat banyak sekarang kegiatan-kegiatan yang  membuat orang tidak lagi memainkannya. Seperti menonton sinetron, main playstation, game di ponsel, dan banyak lagi yang membuat permainan ini seperti kadaluarsa. Tapi bagi kita generasi sekarang. Perlu untuk mengingatnya. Jangan sempat permainan warisan ini sirna begitu saja ditelan masa. Sebab budaya itu amat penting nilainya. Budaya itu merupakan kekayaan bangsa. Begini cara mainnya.

Permainan ini terdiri dari beberapa orang. Paling sedikit 3 orang.  Bisa juga dengan 4, 5, 6 orang atau lebih. Tanpa merubah cara mainnya. Bahkan bisa dimainkan oleh puluhan orang.

Dalam permainan ini, ada dua posisi. Posisi pencari dan posisi dicari. Posisi mencari diakibatkan karena kalah. Dan posisi dicari diakibatkan karena menang. Kalah diartikan telah dapat di cari. Dan menang diartikan tak dapat di cari. Atau saat dia ditemukan, dia lebih menguasai post dari pada si pencari, yang seharusnya post dijaga oleh si pencari. Lokasi tempat, seharusnya punya tanah yang agak lapang. Yang bisa digunakan sebagai tempat post. Dan sebaiknya mempunyai tempat-tempat yang agak tersembunyi, yang berguna untuk tempat bersembunyi oaring yang dicari. Jadi permainan Martin ini bisa dikategorikan sebagai permaianan mencari dan dicari.



MARPIKEK

Before rifle appear in Mandailing area. One of the system to catch the bird was with use Pikek.  But now, just a few men use it nowadays. Pikek is like a trap. It is made by a bird cage. Consist of two parts of rooms. A part is for a place or a bird as bait. This room is locked. That bird will not able to go away. The else part is room openly with many kinds of food. Also as a bait. The owner hopes a bird will come inside. A bird looks that foods and try to get that food. When the bird goes inside, the door will be close automatically. Yeah. Because it is a trap. Mandailingnese say that it is a Pikek and to do this work, we can say Marpikek. And owner would put this pikek on the strategic place. So that bird could find it easily. And went inside a trap. And owner would hide and spy it. With this situation, bird would come bravely. Because bird did not watch that man. Toke this food eagerly. And the door would be close. People who caught the bird with this system, would get many birds. Easy to catch the bird.
 Back to GOOGLE


Today, there have been 13 visitors (28 hits) on this page!
 
Kajian-kajian Agama
Website ini berisi opini-opini saya, dan juga mengenai pengajian saya dengan Tuan Guru Zulfakhri seorang guru Mustofawiyah Purba Baru Panyabungan Madina Indonesia. Sekalian mengajak pembaca semua, mari bersama sama mencari Dollar di dunia maya dengan Vinefire Join Vinefire! Klik juga iklan di bawah untuk cari uang:

gambar serba serbi info haji
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=